Ad-Durrun Nafis (Mutiara Yang Indah) - Selasa, 05 Febuari 2019/1 Jumadits Tsani 1440H


Selasa , 13 Agustus 2019


Ilmu itu untuk diamalkan dan kita diajak untuk menjadi pengamal bukan berwacana dalam sebuah ilmu karena banyak sekali orang yang mengerti ilmu tauhid dan hakekat hanya sebatas wacana. Mungkin juga kalimat lebih ekstrem ialah hanya untuk gagah gagahan seolah ia adalah orang yang paham dan mengerti tauhid dan hakekat dan lebih parahnya lagi mengklaim bahwa ia telah masuk pada golongan arifin billah atau maqom tertentu dan ini yang sangat berbahaya. Jadilah orang orang yang tawadhu dihadapan Allah SWT begitu pula pada hamba hamba-Nya karena belum tentu orang yang dihadapan kita itu orang biasa karana bisa jadi yang kita anggap orang biasa malah justru ia sangat luar bisa maqomnya di sisi Allah SWT. Karena mencari dan mengenali aulia Allah SWT itu lebih sulit daripada mengenali rasul dan nabi Allah SWT karena para kekasih Allah SWT sengaja Allah SWT sembunyikan dengan wujud sifat bashariah layaknya seperti manusia bahkan sangat awam sekali dilihat secara lahiriah. Maka dari itu hendaklah kita husnuzhon terhadap hamba hamba Allah SWT, siapapun ia.
Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Ad-Durrun Nafis (Mutiara Yang Indah)
5 Febuari 2019/1 Jumadits Tsani 1440H