RANGKUMAN KHUTBAH JUM'AT - JUM'AT, 6 SEPTEMBER 2019/6 MUHARAM 1441H


Sabtu , 07 September 2019


RANGKUMAN KHUTBAH JUM'AT MURSYID AKMALIAH
PESANTREN AKMALIAH SALAFIAH
JUMAT, 6 SEPTEMBER 2019/6 MUHARAM 1441H

_______________

Mari bersama sama untuk muhasabah dan intropeksi kembali ke dalam diri masih masing. Yang harus diperhatikan baik baik ialah perjalanan kita Sebagai manusia dimana kita baru saja menapaki tahun baru islam 1441 Hijriyah. Di tanggal 6 Muharam ini berarti kita mulai melangkah untuk menata kehidupan kita teristimewa pada kehidupan ruhaniah kita. Namun sudahkah kita siap menuju kepada Allah SWT dan meninggalkan masa lalu kita?

Kembali pada muhasabah kita akan melihat pada maqola :

“Hisablah dirimu sekalian sebelum kamu dihisab.”

Maka Allah SWT akan menghisab diri kita apabila kita tidak melakukan hisab ke dalam diri kita masing masing seperti firman Allah SWT yang sudah memerintahkan :

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (QS. Al Isra ayat 14)

Baca kitabmu cukup pada hari ini dirimu sendiri saja yang membacanya yang berarti menghitung tentang perjalanan hidup kita, mana amal yang baik dan buruk dan sejauh mana kita mengabdi kepada Allah SWT. Maka yang harus kita ketahui ialah kembali ke dalam diri kita ialah :

“Man arofa nafsah faqod arofa robbah”. 

Barang siapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhan nya.

Maka untuk menghisab diri kita kita harus mengenal diri kita agar kita mengenal tuhan kita. Siapapun yang tidak mengenal tuhan kita maka sama saja hidup seperti kehidupan binatang. Itulah yang disebut binatang yang cerdas. Ini yang diisyaratkan dalam firman Allah SW :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al Araf ayat 179)

Apabila kita tidak bisa membaca diri sebagai hamba dimana kita telah diberikan oleh Allah SWT dimana telah dijadikan pendengaran, penglihatan termasuk hati dan akal untuk bersyukur namun kita tidak bersyukur karena tidak memahami diri kita dan mengenal tuhannya. Siapa saja yang tidak mengenal tuhannya maka tidak sah ibadahnya. Bagaimana mungkin kita menyembah sesuatu yang tidak kita kenal? Apakah ibadahnya diterima jika tidak mengenal siapa yang disembah? Ulama menyatakan tidak sah ibadahnya bila tidak mengenal siapa tuhannya. Mengenal tuhan itu penting. Oleh karenanya agama itu adalah agama tauhid. Kalau kita tidak mengenal tuhan kita bagaimana syahadat kita diterima oleh Allah SWT? Apakah Laa Ilaha Illallah itu hanya sekedar ucapan? Inilah pentingnya umat islam mengerti dan memahami tauhid agar tidak mudah dibodohi dan menjual akidah kita tetapi mempunyai sikap hati yang benar menuju kepada Allah SWT dimana misi umat manusia diciptakan Allah SWT ialah untuk mengenal tuhannya sehingga ia menyembah tuhannya dengan baik dan benar sebagaimana firman Allah SWT yang menyatakan sangat jelas sekali:

‎وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yakin. (QS Al Hijr ayat 99)

Keyakinan itu nyata sebagaimana kita yakin atas warna merah, hijau atau melihat barang apa saja. Jika tidak yakin maka iman kita bisa dibeli. Maka saat kita tidak mempunyai kesadaran akan tuhannya maka kita seperti binatang bahkan lebih rendah lagi. Siapakah mereka? Yaitu mereka yang lalai terhadap tuhannya dan fitrahnya sebagai manusia. Maka celakalah orang yang shalat yaitu orang orang yang shalatnya lalai atau lupa dimana semuanya ia tidak mengerti. Akhirnya banyak umat islam yang menjual imannya karena tidak memahami tauhid. Agama dari sejak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad SAW bahkan sampai yang akan datang ialah tauhid. Apa itu tauhid? AHAD. Apa itu ahad? Allahu Ahad. Namun tidak sebatas wacana memahaminya tetapi ia mengenal bahwa Allah SWT itu AHAD. Maka dari itu pelajari agama dengan baik dan benar. Jangan mengamalkan agama itu ikut ikutan. Semua serba ikut ikutan. Semoga kita golongan orang orang yang diberikan hidayah oleh Allah SWT. 

_______________
Dirangkum oleh : Himmah Hizboel