TABAYYUN DENGAN MURSYID DI ACARA MUNASSIQ GABUNGAN MAMPANG & CIPINANG, 01 April 2018/14 Rajab 1439H


Senin , 02 April 2018


MUNASSIQ MAMPANG & CIPINANG
Hari : Minggu
Tanggal : 01 April 2018/14 Rajab 1439H
Lokasi : Rumah Bapak Abdul Rosyid

_______________

 

SALIKIN - Achmad Hariri
Mohon penjelasan Bapak mengenai makna QS. Ibrahim ayat 7 dan pengamalannya :

‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

MURSYID
Inti dari ayat tersebut sebenarnya menganjurkan orang untuk bersyukur dan sekaligus memberitahukan kemurahan Allah SWT dan keadilah Alllah SWT.

Allah SWT itu pada saat turun anugerah-Nya kepada hamba-Nya dengan memakai dua nama yaitu dengan rahmah dan fadhilah/fadhol-Nya. Saat Allah SWT turun dengan rahmat-Nya maka jangan gelisah bahwa sebesar dosa apapun pasti akan diampuni oleh Allah SWT dan akan dilimpahkan kenikmatan-kenikmatan. Namun jangan juga percaya diri juga jika Allah SWT turun dengan fadhol-Nya maka sekecil apapun dosa itu akan hitung oleh Allah SWT.

Kaitan dengan ayat tersebut yaitu kita disuruh mensyukuri atas nikmat nikmat yang Allah SWT berikan. Namun orang banyak menyimpulkan kenikmatan itu hanya sebatas lahiriah seperti mendapatkan rizki (uang).Padahal nikmat yang paling istimewa ialah ada dalam diri kita yaitu :
1. Dalam wilayah JASMANIAH dan terkait NAFSANIAH seperti RASA dan KESEHATAN. Apapun yang ada seperti makanan itu nikmat atau tidak tergantung pada rasa diri kita. Kenikmatan diluar diri itu tentatif. Tergantung pada diri maksudnya jika dalam kondisi sehat dan rasanya sempurna makanan apapun yang kita makan akan menjadi nikmat yang istimewa. Berbeda dengan orang yang sedang sakit maka akan merasa tidak enak apapun yang dimakan. 
Jika kita sehat lahir batin maka itulah nikmat yang harus disyukuri. Manakala kita mengkufurkan nikmat nikmat Allah SWT maka kita akan mendapatkan azab dari Allah SWT. Azab ini diterimanya bukan di akhirat namun di dunia seperti diberi rasa sakit dan bertambah sakitnya. Jika kita menikmati dan mensyukuri nikmat sehat maka kita mampu menjaga kesehatan kita. 
Contoh :
Jika kita sakit diabetes maka jangan makan makanan manis manis, ini namanya bersyukur. Jika masih suka makan manis ini yang tidak mensyukuri nikmat. 

Ekosistem tubuh itu tetap harus terjaga. Bukan karena bertauhid kemudian tidak menjaga makanan dengan memandang bahwa semua juga karena Allah SWT. Apakah kalian juga tidak memandang bahwa semua yang didatangkan dan dihadapkan kepada kalian itu juga dari Allah SWT. Jadi harus menerapkan prinsip prinsip tauhid yang benar dalam hal ini.

Contoh :
Sudah dikasih amanah istri atau istri oleh Allah SWT maka jagalah istri/suaminya termasuk anak

Intinya nikmat yang istimewa ialah ada dalam diri kita yaitu jasmaniah (kesehatan) dan nafsaniah (rasa).

2. Nikmat lain dalam diri kita ialah IMAN dan ISLAM dalam diri. 
Jika tidak memahami iman dan islam maka tidak akan tau. Barang siapa yang sampai pada HAKEKAT ISLAM maka ia TIDAK KUASA BERHENTI dari AMAL. Barang siapa yang sampai pada hakekat IMAN maka ia TIDAK KUASA BERPALING dari AMAL. Orang yang telah sampai pada hakekat islam dan iman itu istimewa sekali. Nikmat itu anugerah dari Allah SWT. 

Kisah :
Ada orang tiba tiba beribadah kemudian dia meminta pahala dari Allah SWT. Secara fiqih pantas saja. Namun secara tauhid dan hakekat ini tidak beradab, kenapa? Karena yang memberikan hidayah iman dan islam dan kekuatan beribadah adalah Allah SWT. Apakah masih pantas meminta pahala dari Allah? Jika kamu sudah patuh dan nurut maka Allah SWT akan menambah nikmat yang istimwa yaitu mendapatkan berkah dan surga di akhirat kelak. 

Jadi jika kita beribadah tidak perlu ingin ini itu. Namun jika kalian ingin meminta sesuatu (doa) dari mursyidnya itu sah sah saja. Inilah yang disebut mencari wasilah. Jika Bapak berdoa untuk diri sendiri bapak malu. Namun jika bapak bedoa untuk anak anak bapak maka bapak akan terus semangat meminta kepada Allah SWT. 

Jika kita mensyukuri nikmat iman dan islam maka kita tidak perlu menunggu pahala karena Allah SWT akan memberikan keberkahan dunia dan surga di akhirat . 

_______________


SALIKIN - Rudy Hermawan
Bagaimana menjaga rasa zhon atau prasangka dalam diri karena terasa berat sekali menjaga zhon?

MURSYID
Tidak ada yang bisa menjaga zhon kecuali dengan mengamalkan ilmu tauhid dan hakekat karena dengan tauhid dan hakekat maka akan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT. Jika tidak dengan tauhid dan hakekat maka su-uzhon tetap mengalir. Jadi harus mengamalkan ilmu tauhid dan hakekat. Sumber penyakit batiniah yang disebut sifat mazmumah ialah su-uzhon. Jika kita tidak bisa meredam penyakit itu maka tidak mungkin bisa menyelesaikan penyakit hati yang lain. Jika tidak menutup kebocoran dari sumbernya maka tidak akan bisa. Penyakit batiniah sumbernya ialah zhon yaitu su-uzhon. Maka dari itu munculkan husnu zhon/sanka baik. Husnu zhon muncul secara otomatis karena adanya pemngamalan ilmu tauhid. Jika tidak mengamalkan ilmu tauhid maka yang ada su-uzhon terus. Jika sudah mengamalkan hal ini jangan pula mengabaikan waspada karena su-uzhon dengan waspada itu beda tipis. Yang dikehendaki su-uzhon disini ialah sesuatu yang diwarnai oleh sangka-sangka atau bayangan. Berbeda dengan waspada ialah menjaga. 
Contoh :
Jika kita mengunci motor saat diluar itu bukan su-uzhon namun waspada. Namun apabila kita meletakkan motor dilluar kemudian ada orang lewat dan ada besitan kalau motornya mau dicuri oleh orang itu maka itulah su-uzhon. 

Jadi bedakan antara su-uzhon dengan waspada
_______________


SALIKIN
Solusinya bagaimana jika saya sedang di perjalanan dan belum shalat ashar tapi akan masuk waktu magrib?

MURSYID
Bertaubatlah jika sudah lewat ashar dan belum shalat. Solusi diantara kalian jika ingin berpergian jauh maka jika sudah masuk zuhur, asharnya boleh dijamak atau qashar. Andai saja sampai rumah masih ketemu ashar dan ingin shalat ashar lagi tidak mengapa. Atau Saat dalam kondisi diperjalanan kalian bisa shalat dalam posisi duduk dengan tayamum. Islam sangat ringan dan nikmat sekali. Fasilitas yang disebut qashar atau jamak diberikan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasululah SAW.

_______________


SALIKAH - Inayah Nafsani
Bagaimana hukumnya kalau nikah dihari ramadhan? Karena pernah dengar ada yang membolehkan ada yang tidak.

MURSYID
BOLEH dan tidak ada larangan. Yang dilarang ialah nikah di siang hari dan senggama di bulan puasa saat siang hari. Peluk cium istri saat puasa itu tidak membatakan puasa. Kalau hukum fiqih menyebutkan makruh jika ciuman saat puasa. Namun Aisyah mengatakan bahwa beliau mencium Aisyah ra dibulan puasa. Boleh peluk cium di saat puasa dengan syarat bisa menahan diri. 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

‎كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُقَبِّلُ وَيُبَاشِرُ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.”

Masyruq pernah bertanya pada ‘Aisyah,

‎مَا يَحِلُّ لِلرَّجُلِ مِنْ اِمْرَأَته صَائِمًا ؟ قَالَتْ كُلُّ شَيْء إِلَّا الْجِمَاعَ

“Apa yang dibolehkan bagi seseorang terhadap istrinya ketika puasa? ‘Aisyah menjawab, ‘Segala sesuatu selain jima’ (bersetubuh)’.”

______________


SALIKAH - Evi Anah Lestari
Bapak, mengenai akekah, anak saya belum hakekah tetapi sudah qurban 2 tahun yang lalu di akmaliah. Apakah anak saya sudah termasuk akekah atau kurban dan apakah anak saya kalau saya punya reziki  harus akekah kembali? Anak saya tahun ini akan berusis 17tahun.

MURSYID
Mengurbankan anaknya atas nama  anak namun belum mengakikahlan anaknya. Ini adalah kesalahan dan kekeliruan yang besar. Harus diakikahkan baru qurban. Akekah adalah tanggung jawab orang tua maka akekahkanlah. Jika belum diakekahkan maka anak tersebut belum sempurna dalam pendidikan dan amanat yang diberikan Allah SWT. Jadi, akikah lebih baik daripada qurban jika belum diakekahkah. Akikah itu tidak harus pesta. Jikapun membeli kambing lalu diikrarkan kambingnya diserahkan kepada orang lain itupun tidak mengapa, yang penting diniatkan untuk akekah. Akekah untuk anak laki 2 kambinh, perempuan 1 kambing.

_______________

 

SALIKIN - A. Rosyid
Di dalam fiqih disebutkan bahwa kita baru bisa menqashar dan jamak apabila kita telah pergi sejauh 82km dan inilah yang dipegang erat erat di masyarakt lingkungan kami. Bagaimana untuk meyakinkan masyarakat setempat antara pemahaman yan Bapak uraikan tadi?

MURSYID
Hukum Fiqih adalah hasil Ijtihad yaitu pendapat. Ijtihad tidak bisa diruntuhkan oleh ijtihad lainnya. 
Turunnya qashar ialah saat Rasulullah SAW dalam perjalanan dengan onta dan saat itu tidak ada kemacetan. Yang  ditekankan disini ialah MASA/WAKTU bukan JARAK TEMPUH. 
Sebut saja dari Mampang ke Monas belum tentu bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam kalau macet namun kalau menempuh jarak Jakarta ke Surabaya bisa ditempuh dengan waktu 1.5 jam dengan pesawat.

Oleh karenanya mengambil dasar lainnya bahwa Rasulullah SAW pernah menyatakan Dilarang orang shalat 2 rakaat setelah ashar oleh karenanya haram hukumnya. 

Berdasarkan hadits Ali Radhiyallahu anhu secara marfu’ dengan lafazh :

‎نهَىَ عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ العَصْرِ إِلاَّ وَ الشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat sesudah Ashar kecuali matahari ketika masih tinggi.

Namun Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalalt 2 rakaat setelah ashar. Kemudian ditanya sahabat bukankan shalat setelah ashar hukumnya haram? Rasullullah SAW menjawab, Iya betul, yang saya lalukan ialah qadhar zuhur karena saya hendak meringankan umatku yang berarti  Rasulullah SAW sudah tau masa yang akan datang bahwa apa yang telah beliau lakukan tadi langsung dilengkapi dengan MASA tadi. Walaupun beliau tidak kemana kemana saat itu namun beliau pernah melakukan itu. 

‎‫عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: " صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ، وَلَا سَفَرٍ "، قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ: فَسَأَلْتُ سَعِيدًا: لِمَ فَعَلَ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، كَمَا سَأَلْتَنِي، فَقَالَ: أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أَحَدًا مِنْ أُمَّتِهِ‬

Dari Abuz-Zubair, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah menjamak shalat Dhuhur dan ‘Ashar bukan karena ketakutan maupun safar. Abuz-Zubair berkata : “Lalu aku bertanya kepada Sa’iid : ‘Mengapa beliau melakukannya ?’. Ia (Sa’iid) berkata : ‘Aku pernah bertanya kepada Ibnu ‘Abbaas sebagaimana yang engkau tanyakan kepadaku, lalu ia menjawab : ‘Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam ingin agar tidak menyusahkan seorang pun di kalangan umatnya” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Jadi jarak tempuh bukan patokan utama melainkan waktu tempuh yang menjadikan patokan. 

Oleh karenanya fiqih ini perlu adanya ijtihad kembali dengan melihat situasi dan kondisi geografis. karena ijtihad itu adalah banguan dari orang orang yang cerdas secara spiritual yang paham dan ilmu untuk membantu masyarakat akan kebutuhan hukum hukum sebagaimana kisah Rasulullah SAW yang menanyakan kepada sahabat atas dasar apa memutuskan sesuatu di masyarakat? Sahabat menjawab dengan Al-Quran, Al Hadis dan Ijtihad.

Akhirnya kita harus memberikan pemahaman bahwa WAKTU tempuh lah yang menjadi patokah qashar dan jamak shalat, BUKAN hanya berpatokan pada JARAK tempuh nya. Jadi menghitung masa boleh untuk dijadikan patokan jamak/qashar.

_______________


SALIKIN - M. Sidik
Dikatakan bahwa belum dikatakan beriman sebelum kamu mencintai Allah SWT dan rasul-Nya yang disini diwakilkan oleh seorang mursyid. 

Bagaimana cara menjaga dan memupuk cinta kepada mursyid yang terkadang turun naik karena bertemu dengan orang untuk ruhaniah pada saat kita sudah besar, berbeda dengan orang tua lahirah yang sudah bersentuhan sejak kecil. 

MURSYID

‎لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

‎قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
‎( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)

Ingin mencintai rasul namun zaman dengan Rasul itu jauh sekali oleh karenanya ada Warosatul Anbiya yang dimana ada yang dinamakan Mahabbatul ‘ulama (Mursyid). Urutan setelah Allah SWT dan Rasul-Nya ialah mursyid. Bagaimana cara memupuk cinta kepada Mursyod? Ialah iman/percaya dan selalu huznu zhon dan ingat apa yang difatwakan, dinasehatkan maka itulah yang akan menumbuhkan cinta dan akhirnya selalu kasmaran dan ada kerinduan-keriduan dimana kita mengimani akan bersama sama kelak di akhirat yaitu di Jannatul Firdaus. Itu salah satu cara dimana kita menggambarkan kebaikan-kebaikan Mursyid. Sebagaimana saat kita merindukan istri yang selalu mengingat kebaiakannya bukan keburukannya. Maka ingat selalu kebaikan, fatwa, bimbingan orang tua ruhaniah itu yang ditumbuhkan dan iman itu harus ditumbuhkan dari dalam diri kita. Jika membayangkan keburukannya maka tidak akan ada rindu.

______________

 

SALIKIN - A. Rosyid 
Seorang guru belum tentu seorang Mursyid namun seorang Mursyid pasti seorang guru. Bagaimana membedakan guru dan murysid agar tidak kelilru memilih orang tua ruhaniah?

MURSYID
Guru boleh banyak namun orang tua ruhaniah ialah hanya satu yaitu yang disebut Mursyid. Cirinya ialah dimana ia membimbing secara terus menerus dan menanggung jawabi urusan ruhaniahnya dan cara mendidik dan mengarahkannya dalam wilayah hakekat dan tauhid. Contoh, Nabi itu banyak namun yang namanya Abul arwah hanyalah Rasulullah SAW. Kita boleh berkumpul dengan siapapun dan boleh Mahabbatukl ‘ulama oleh guru manapun terlebih ia adalah warosatul anbiya. Namun saat rasa sudah klik dan mempunyai rasa keterkaitan yang tidak bisa diungkapkan maka itu suatu tanda bahwa kita adallah satu genetik ruhaniah dan itu energi khusus. cara membedakannya bisa didalam diri namun jika diungkapkan akan sulit karena itulah wilayah rasa. Maka jika ada rasa itu maka tapaki jalan jalan itu. Insya Allah dengan demikian Allah akan menyelamatkan diri kita.

_______________

 

Dirangkum oleh: Himmah Hizboel