RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD, 14 Juli 2018/02 Dzul Qa’dah 1439H


Sabtu , 14 Juli 2018


RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD (SEHAD)
Kitab Ihya 'Ulumuddin dan Siyarus Salikin
Pesantren Akmaliah Salafiah
Sabtu, 14 Juli 2018/02 Dzul Qa’dah 1439H

________________

SIFAT SIFAT MAZMUMAH
Kajian lalu dibahas mengenai :
GHADAB, Ialah pemarah atau orang yang tempramental.
HUQUD, yaitu marah yang ada di dalam
Hati merupakan Penyakit yang ada di dalam diri atau dendam.
HASUD, ialah dengki yang menghalang halangi orang berbuat baik terutama ibadah. Sebagaimana firman Allah SWT tentang abu lahab.
Sekarang kita memasuki bulan suci Dzul Qa’dah dan sebentar lagi ada peristiwa haji di bulan Dzul Hijjah.
SIFAT GHADAB/MARAH
Kita akan membahas pasal mengenai ghadab yang merupakan salah satu dari sifat nafsu lawwamah yaitu nafsu syaitan. Di dalam kita  ihya ‘ulumuddin lawwamah terdiri dari nafsu syaitaniyah dan thoghut/iblis/ego. Ghadab dapat menghilangkan iman seperti hilangnya rasa madu oleh rasa jaddam atau susu yang terkena oleh nila. Kemarahan istri kepada suami itu merupakan menghilangkan iman termasuk nada istri yang lebih tinggi dari suami pun menghilangkan iman. Marah yang terpendam akan menjadi huqud. Orang yang tidak bisa menahan marah maka akan hilang imannya.
Di media sosial sedang viral seorang polisi yang marah karena mendapatkan seorang ibu dan anaknya mencuri susu dll di suatu toko. Polisi itu memukulinya. Itu sebab ia tidak bisa mengendalikan marahnya. Hukum potong tangan bagi orang yang mencuri itu tergantung dari sebabnya. Jika ia mencuri sebagai lahan mata pencaharian atau klepto itu yang dipotong tangannya. Namun jika ada orang miskin yang tidak mendapatkan santunan dari orang yang mampu di lingkungannya dan kemudian ia mengambil hak orang lain maka yang akan ditanya oleh Allah SWT pertama kali di yaumul hisab ialah orang yang mampu di lingkungannya namun tidak peduli. Dan apabila ia mengambil secukup kebutuhannya saja maka ia diampuni oleh Allah SWT.
Hati hati dengan marah yang ada dalam diri kalian. Orang marah akan mudah terkena penyakit dan mudah menuakan kulit luar dan marahpun menjadinteman yeman syaitan.
Ada beberapa derajat marah :
 
1. ORANG YANG TIDAK PERNAH MARAH
Orang Berbuat maksiat atau tidak maksiat ia tidak pernah marah. Imam syafii menyebutkan ia seperti keledai. Apabila ada yang membangkitkan marah karena agama maka ia seperti keledai. Seorang laki laki yang membiarkn istrinya pergi sendiri keluar rumah maka suaminya disebut dayuts karena tidak menjaga istrinya. Seorang Istri yang berpergian sendiri tanpa ada yang menemani atau muhrimnya maka akan menjadi fitnah. Sebagaimana kisah Aisyah ra yang difitnah oleh kaum Musyrikin telah berselingkuh dengan sahabat Rasulullah SAW saat ia tertinggal dalam perjalanan ke Madinah yang akhirnya ditemukan oleh sahabat Rasulullah SAW hingga akhirnya turun surat An Nuur ayat 26 :

‎الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
 
2. GHADAB KARENA ALLAH SWT/AGAMA
Ghadab karena Allah SWT atau agama inilah marah yang diperbolehkan. Jika ada sesuatu yang baik maka ia menyanjungnya. Jika ada orang berbuat maksiat maka ia pun marah. Ghibah akan memicu kemarahan. Marah karena Allah SWT hanya pada wilayah syariat dan itu diperkenankan
 
3. GHADAB KARENA NAFSU
Ghadab karena nafsu yaitu marah yang mengikuti hawa nafsunya saat tidak sesuai dengan keinginan nafsunya. Ghadab karena syaitan dapat menghancurkan semua amal ibadah kita. Orang yang sudah marah akan susah mendengarkan nasehat, pendapat orang lain dan firman Allah SWT. Orang yang istimewa ialah bukan orang yang pintar atau kaya tetapi orang yang dapat melawan hawa nafsunya hingga ia tidak marah. Jika ada orang yang melakukan berbagai macam dengan kemarahannya maka hidupnya tidak akan membawa keberkahan. Kemarahan tidak akan menelesaikan permasalahan malah menambah permasalahan baru. Seorang istri yabgvtidak dapat mengendaikan kemarahannya maka dapat mengakibatkan perceraian termasuk kemarahannya suami. Jadi, kendalikan marah karena syaitan. Orang mengendalikan marah lebih baik daripada ibadah ibadah sunnah lainnya karena jika marah maka akan menambah kekacauan yang ada. Anak anak yang dibesarkan dilingkungan orang tua yang pemarah akan membentuk psikologis yang buruk dan akan menjadikan anaknya keras dan terpatri/terkontaminasi dalam jiwanya suatu kemarahan yang tidak disadari dan akan mengakibatkan marah yang meletup letup. Anak yang ada di lingkungan tempramental itu akhirnya siftnya buruk kecuali jika ia akhirnya berkomunitas dan mendapatkan perbaikan agama maka bisa jadi ia menjadi orang yang baik. Anak yang berakhlaqul karimah akan di dapat oleh keluarga dengan lingkungan keluarga yang beragama, santun, sabar, dan romantisme. Oleh karena itu hati hati di dalam berbicara dan mengendalikan marah terlebih marah karena nafsu.
 
CARA MENGENDALIKAN MARAH
Untuk meredam kemarahan maka dapat dilakukan dengan 2 cara :
1. Ilmu
2. Amal
Orang yang akan terkendali marahnya yaitu dengan ilmu. Dan dalam urusan ilmu ini ada 6 perkara.

_______________

Dirangkum oleh : Himmah Hizboel