RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD, 24 Februari 2018/08 Jumadits Tsani 1439H


Ahad , 25 Februari 2018


RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD (SEHAD)
Kitab Ihya 'Ulumuddin dan Siyarus Salikin 
Pesantren Akmaliah Salafiah
Sabtu, 24 Februari 2018/08 Jumadits Tsani 1439H 

________________

 

CACAT LISAN KEEMPATBELAS (LANJUTAN)

Ada dusta yang diperkenankan/diperbolehkan atau dalam bahasa fiqih disebut tauriyah. Namun jangan dijadikan bohong putih ini sebagai senjata atau alasan dalam berbohong. 

Ada 8 tauriyah (kalimat yang bermakna banyak) yang diperbolehkan :
1. Boleh berbohong jika ingin mendamaikan orang orang yang sedang berseteru/bermusuhan. 
2. Boleh berbohong untuk strategi perang
3. Boleh berbohong bagi laki laki kepada istrinya yang durhaka dengan maksud agar istrinya menjadi solehah termasuk boleh berbohong bagi istri kepada suaminya yang suka bermaksiat. Contoh, berbohong bagi istri yang mengambil uang suami untuk keperluan anak anaknya jika suaminya pelit.
4. Boleh berbohong jika sedang berhadapan dengan maling, rampok/orang orang yang zholim yang mau mengambil harta kalian ataupun seorang penipu termasuk kepada orang yang gemar berhutang namun tidak mau mengembalikan apa yang dipinjamnya. Namun bohong kepada orang yang gemar berhutang jangan katakan tidak punya uang tetapi berkatanya “tidak sedang memegang uang”. Jika kalian menabung untuk keperluan anak kemudian berkata bohong “tidak ada uang” kepada suami yang boros pun tidak mengapa. 
5. Boleh berdusta bahkan wajib berbohong untuk menyembunyikan atau merahasiakan orang yang akan dibunuh/dihakimi masa sekalipun ia seorang maling. Hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat ada orang yang mau dibunuh belari dihadapan beliau kemudian beliau bergeser posisi berdiri selangkah berbeda, kemudian saat Rasulullah ditanya oleh orang yang mengejar orang tersebut, Rasulullah berkata “sejak saya berdiri disini, saya tidak pernah melihatnya”.
6. Wajib berdusta untuk menutupi dirinya dari segala kemaksiatan yang telah dibuatnya. Ada orang yang bangga menceritakan kemaksiatan yang telah dilakukan, nauzdubillah.

Nasehat bagi salikah saat menghadapi suami yang sedang marah :

  • Jangan melawan dengan tatapan mata.
  • Jangan kalian membalikkan kata kata.
  • Cukuplah menunduk dan diam seribu bahasa. Setelah keadaan mereda, peluk dan cium suami dan sajikan apa yang digemari suami. Setelah itu baru diajak bicara. 

Jika seorang wanita mendelik matanya saat suami sedang marah maka yang ada adalah pertengkaran begitu juga sebaliknya. Harus ada yang mengalah. 

Ghodob/marah itu dari syaitan dan syaitan tercipta dari api dan api hanya dapat dipadamkan dengan air (wudhu). Air dan Api disini bermakna sifat. Apabila ada orang yang sedang marah maka berwudhulah. Boleh berwudhu secara lahiriah kemudian wudhu hakekat yaitu ambil air penyejuk jiwa yaitu pemaaf. Sebab kalian marah terus karena belum ada maaf dalam hati. 

Memang memberikan maaf itu berat dan satu satunya jalan agar menjadi pemaaf ialah belajar ilmu tauhid yang salah satu sikap pandang hati ialah bahwa semua ujian dan cobaan yang datang itu dari Allah SWT. Allah SWT mendatangkannya dengan berbagai cara, bisa melalui suami, istri? tetangga yang marahnya didatangkan oleh Allah SWT. Allah SWT telah menjelaskan dalam firman-Nya dalam QS. Al Anbiya ayat 35

‎كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."

Sadarlah kalian bahwa yang datang kepada kalian ialah ujian dan dari Allah SWT maka maafkanlah. Jika ada orang yang suka khianat/culas/ghibah maka maafkanlah namun bukan berarti kalian harus berteman dengan kalian karena kalian harus berpaling darinya sebagaimana firman Allah SWT :

‎خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al Araf : 199)"

Kalian tetap berteman dalam urusan dunia namun untuk pertemanan akhirat harus diputus karena orang orang yang mempunyai sifat dan karakter khianat akan susah jernihnya. Karakter itu biologis yang sudah tidak bisa diubah sedangkan sifat itu bisa diubah. Contoh, karaktek orang timur dan barat berbeda beda. 

Sifat yang paling baik ialah memaafkan. Jika kalian memaafkan orang yang mencintai kalian atau baik kepada kalian itu biasa. Yang luar biasa ialah memaafkan orang yang membenci dan menzholimi kalian. Jadi, jika kalian mau jernih hatinya atau lapang dadanya atau luas hatinya maka hanya satu yaitu MAAFKAN. 

‎خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al Araf : 199)"

Jauhi disini ialah bukan secara fisik tetapi jauhi secara akidah dan agama dengan tidak terlalu banyak berurusan dengannya. Sebagaimana Allah SWT menjelaskan seperti nasehat Luqman jika orang tua mengajak syirik maka harus menarik garis tegas namun bukan berarti membenci orang tua. Jika orang tua kalian berbeda akidah, pergauli urusan dunianya dengan baik. Namun urusan akidah harus tarik garis tegas lamum rinukum waliyadin dan ikuti jalan oranh orang yang menuju kepda Allah.

Apapun alasannya, kita hidup di dunia melalui orang tua. Banyak kenikmatan yang telah diterima anak dari orang tuanya. Apapun sumpah serapah orang tua terhadap anak tidak berlaku atas anak yang sedang menuju kepada Allah SWT/terkait akidah.

Sumpah serapah orang tua tidak berlaku bagi anak yang :
1. Karena memilih agama/akidah sesuai dengan keyakinan. Kalian boleh melanggar orang tua karena akidah dan sumpah serapah orang tua tidak akan terjadi pada kalian. Keyakinan disini ialah islam terlebih tauhid dalam menuju kepada Allah SWT.
2. Memilih pasangan hidup/jodoh. Kalian memilih pasangan yang soleh sedangkan orang tua ingin memilihkan yang tifak soleh, maka sekalipun kalian nikah tanpa wali nasab tetap sah. 
3. Memilih pekerjaan. Contoh, ditugaskan keluar negeri namun orang tua tidak setuju, jika anak tetap pergi ke luar negeri dan orang tua sumpah serapah maka tidak akan terjadi sumpah serapahnya. 

Wali nikah wajib untuk akad nikah. Wali nikah ada 3 macam yaitu :
1. Wali NASAB, ialah wali keturunan darah seperti bapak, om, paman, abang/adik laki laki
2. Wali HAKAM, yaitu wali yang diangkat oleh pengantin wanita untuk dimintai mewakili dirinya saat ia menikah. Bisa seorang guru/ketua rt dan lainnya
3. Wali HAKIM, ialah wali yang diangkat oleh pemerintah seperti wali di KUA.
_______________
Dirangkum oleh : Himmah Hizboel