RANGKUMAN TAUSYIAH MURSYID, 21 September 2017/01 Muharam 1439 H


Kamis , 21 September 2017


RANGKUMAN TAUSYIAH MURSYID
DI TAHUN BARU ISLAM 1439H
Pesantren Akmaliah Salafiah
Kamis, 21 September 2017/1 Muharam 1439 H/Ba'da Shalat Subuh berjamaah.


Bapak ingin mempertegas dan menjelaskan bahwa kalian adalah anak anak ruhaniaku semuanya yang berarti menjadi tanggung jawab Bapak baik di dunia maupun akhirat. Tanggung jawab orang tua ruhaniah itu sangat berat sebagaimana tanggung jawab orang tua lahiriah kepada anak anaknya mulai dari memfasilitasi segala apa saja karena merupakan amanat dari Allah SWT hingga pendidikan termasuk mengenai pemahaman sosial budaya hingga akhlaq. Begitu juga orang tua ruhaniah yang juga menanggungjawabi bukan sebatas duniawi untuk menghapuskan segala noda dosa tetapi juga pertanggungjawabannya sampai ke akhirat.

Oleh karena itu tidak sederhana menjadi seorang Mursyid/orang tua ruhaniah di antata para salikin. Oleh karenanya selamatkanlah diri kita semua dari segala macam persoalan yang terkait dengan nafsu. Hindari berbagai macam zhon. Terkadang kita mudah muncul zhon/sangka. Dan sangka itu terekspresikan pada perbandingan perbandingan dengan ucap kat "kenapa ya Allah, si A diberikan keselamatan dan kebahagian sedangkan saya tidak?"  Itulah intrik hati yang iri dan tanda hati masih diwarnai zhon/sangka dengan membuat perbadingan perbandingan. Oleh karena itu kunci ketentraman hati sekaligus janji Allah SWT akan menjemputnya ialah dimana kalian menjernihkan hati dari segala zhon terlebih lagi su'uzhon. Jika tidak bisa menghindari su'uzhon dari Allah SWT maka hindari su'uzhon kepada Rasul-Nya dan jika tidak bisa juga, maka hindari su'uzhon kepada Mursyidnya. Jika tidak bisa maka bersegeralah berdoalah kepada Allah SWT agar minta agar diganti hatinya karena mungkin hatinya sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki.

Rangkaian perjalanan menuju kepada Allah SWT tidak sesederhana yang dibayangkan. Allah SWT menjamin segalanya untuk kalian jika kalian benar benar menuju kepada Allah SWT dengan baik dan benar. Catatan menuju kepada Allah SWT ialah SABAR. Dalam firman Allah SWT QS. Al Baqarah ayat 45 :

‎وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Jadikanlah sabar dan shalatmu sebagai perisai atau tatanan kehidupan kalian. Sabar itu sikap hati dalam menata kehidupan kita yang menjadi paradigma hidup kita. Sabar adalah dalam makna luas sesuai firman Allah SWT. Bukan sabar dalam arti makna filsafat suku tertentu. Selain sabar ada ibadah ritual yaitu shalat. Maka ada 2 hal yaitu SABAR dan SHALAT. Sabar terkait sikap hati jiwa yang juga terkait kehidupan budaya sosial dan kehidupan sehari hari. Dalam prinsip-prinsip ruhaniah kita dalam menuju kepada Allah SWT jangan tinggalkan shalat. Shalat yang dikehendaki disini ialah MENDIRIKAN SHALAT bukan sebatas menjalankan/mengamalkan shalat. Yang diperintahkan Allah SWT ialah "mendirikan shalat" bukan "lakukan/kerjakan/amalkan shalat". Jadi, dua hal ini tidak bisa kalian tinggalkan yaitu yang terkait sikap-sikap diri dan yang terkait dengan wilayah ruhaniah yaitu SABAR dan SHALAT. Namun Allah SWT pun sudah mensinyalir langsung dalam firman-Nya bahwa "Dan sesungguhnya yang demikian itu (sabar dan shalat) sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."

Bagaimana kita harus sabar dan bagaimana kita mendirikan shalat? Hanya orang orang yang paham ilmu tauhid yang dapat mendirikan shalat. Jika kalian yang benar benar memahami ilmu tauhid dan hakekat hendaknya sudah bisa mendirikan shalat, bukan hanya melaksanakannya. Mendirikan shalat memang berat kecuali orang-orang yang khusyu' yaitu orang orang yang mesra kepada Allah SWT yaitu yang mencintai Allah SWT, yang mencintai-Nya melebihi dari segala-galanya. Mencintai disini bukan dalam imajinasi. Allah SWT itu nyata dalam wujud perwujudan-Nya. Jika tidak bisa melihat perwujudan-Nya maka qiyaslah bahwa Allah SWT menjelaskan bahwa ridho Allah SWT tidak akan sampai kepada kalian kecuali kalian mendapatkan ridho kedua orang tua yang berarti kaitannya dengan wilayah-wilayah yang jelas dan nyata kalian bisa lakukan. Mencari ridho Allah SWT ternyata ada di depan kalian yaitu kedua orang tua, itu salah satu contohnya. Bagaimana kalian bisa mencintai Allah SWT? Dan kemana kalia harus mencintai? Mencintai tidak boleh berhayal dan berimajinasi namun harus NYATA, sebagaimana hadist Rasulullah SAW menyatakan :

‎عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Dari Anas r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."

Berarti ekspresi cinta kita kepada Allah SWT mengalir kepada setiap kekasih kekasih-Nya. Jika tidak mempunyai cinta, kasmaran, rasa rindu, maka tidak mungkin kalian bisa khusyu' dalam melaksanakan shalatnya dan tidak mungkin kalian bisa sabar dan tidak mungkin kalian bisa mendirikan shalat. Oleh karenanya mesrakan diri kalian dalam bercinta dan mencintai diri-Nya.

Proses untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang melalui jalan yang berliku. Dimana Allah SWT akan menekankan sekaligus menguji sejauh mana cinta kalian kepada-Ku dengan berbagai macam ujian. Hidup adalah ujian dan cobaan karena hidup adalah perjuangan dan di dalam perjuangan pasti ada ujian dan cobaan. Jika kita tidak berjuang maka tidak akan disebut sebagai orang orang yang menuju kepada Allah SWT. Berjuang secara lahiriah untuk wilayah lahiriah, berjuang secara nafsaniah untuk wilayah nafsaniah, berjuang secara ruhaniah untuk wilayah ruhaniah. Di dalam perjuangan tersebut Allah SWT akan menguji dan mencoba karena Allah SWT hendak mendengarkan keluh kesah hamba hamban-Nya. Ujian ada yang melalui hati, jiwa dan jasmaniah. Jika kalian melihat orang mendapatkan keberkahan, keistimewaan dan rizki banyak maka kenapa kalian tidak meminta kepada yang memberikan rizki? Yang jelas Allah SWT akan menguji kepada hamba hamba-Nya kerena hendak mendengarkan keluh kesahnya. Apakah di dalam hatinya ia menyatakan tetap aku beriman kepadamu ya Allah, tetap mencintaimu ya Allah SWT atau mungkin berpaling atau berselingkuh dari Allah SWT. Tidak sedikit orang yang berselingkuh dari Allah SWT akibat tidak kuat menerima goncangan-goncangan dari Allah SWT baik dalam bentuk lahir maupun batin, bahagia maupun menderita. Yang paling baik dalam menerima ujian dan cobaan ialah mengembalikan kepada Allah SWT karena semua kehidupan dunia adalah fatamorgana.

‎الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". (QS. Al Baqarah : 156)

‎إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Dalam QS. Al Baqarah ayat 155

‎وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Bagaimana orang yang sabar itu? Sabar bukan dalam arti filsafat tertentu namun dalam arti islam sebagaimana yang dijelaskan di dalam firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 200 :

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Bersabar kamu dan tetap kamu dalam kondisi sabar atau saling sabar menyabarkan namun tetap wasapada dalam kondisi dan lingkungan diri kalian sendiri karena syaitan datang dari arah depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah bahkan ia tidak segan segan masuk ke dalam aliran darah kalian. Namun banyak disebut sebagai orang yang sabar ialah orang yang mempunyai sikap hati yang tauhid إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ yang menyerahkan semua kepada Allah SWT bahwa sesungguhnya kami datang dari Allah SWT, milik Allah SWT dan sesungguhnya kami adalah Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa billahil Aliyyil 'Adzim. Maka semuapun akan kembali kepada Allah SWT, asalnya dari Allah akan kembali kepada Allah SWT.

Maka jika kalian benar cara menyikapinya maka Allah SWT akan langsung menyanjung kalian dan Bapak akan bahagia sekali jika kalian seperti itu. Orang yang disanjung ialah orang yang mendapatkan shalawat dari Allah SWT. 

‎أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah : 157)

Orang yang mendapatkan shalawat dan rahmat dari Allah SWT merupakan keselamatan dunia dan akhirat dan masuk ke bi ghairi hisab dan merekalah yang mendapatkan bimbingan dari Allah SWT. Bimbingan dari Allah SWT ialah melalui proses sebagaimana kalian mencintai Allah SWT itu harus tahu perwujudan-Nya hingga kalian benar-benar fokus. Semoga kita semua termasuk golongan orang orang yang mendapatkan bimbingan dari Allah SWT. Dan Insya Allah mulai dari awal tahun ini kita semua selalu ada di jalan Allah SWT. Masa lalu adalah masa silam yang Allah SWT telah menghapus dosa dosa kita, amin ya robbal 'alamin.

Bapak telah melihat berbagai macam kondisi kalian, ada yang memakai baju, ada yang hanya pakai celana, ada yang kotor disana sini, ada yang tidak pakai baju, dan orang tau mana yang tidak sedih jika melihat anaknya seperti itu? Oleh karena itu Bapak sengaja menyatakan di awal tahun ini bahwa kalian telah diberikan pakaian ruhaniah, pakaian nafsaniah yang baru dan Insya Allah pakaian yang abadi untuk kalian semua. Tolong jaga pakaian kalian, jagalah dan jalani hidup kalian di jalan yang haq dan benar di jalan dimana kalian akan terbimbing untuk mendapatkan cinta kasih-Nya. Pertahankanlah kebersihan dan kejernihan kalian hari ini. Meminimalisirlah. Wajar jika pakaian kalian kotor namun tetap harus dicuci dan dirawat agar jika dipakai lagi dalam kondisi yang baik dan bagus. Jangan sampai pakaian kita kotor, robek-robek, tercabik-cabik. Insya Allah, kita semua, kalian khususnya masik dalam golongan orang-orang yang diberikan kekuatan untuk menjaga pakaian nafsaniah dan ruhaniah, amin amin ya robbal'alamin.

_____________________________________________

Dirangkum oleh : Himmah Hizboel