Kuliah Pagi Ramadhan (KPR), 18 Juni 2017


Ahad , 18 Juni 2017


KULIAH PAGI RAMADHAN 1438H

Pesantren Akmaliah Salafiah

Ahad, 18 Juni 2017/23 Ramadhan 1438H

_______________

Semakin kalian ingin mendapatkan lailatul qadr maka akan semakin jauh kalian akan mendapatkannya. Laksanakan ibadah tanpa mengharapkan lailatul qadr karena lailatul qadar merupakah hadiah dari Allah SWT karena telah mendapatkan rahmah, magfiroh dan insya Allah 'itqun minannar.

QS. Al Qadr : 1

‎إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Lailatul qadr ialah malam kekuasaan dimana Allah SWT menampakkan kekuasaan-Nya terhadap hamba hamba-Nya. Orang yang mendapatkan malam lailatul qadr bisa bermacam macam. Bisa dengan ia diperlihatkan kekurangan diri sehingga ia intropeksi, bisa ia menjadi orang yang pemaaf, yang biasanya marah marah menjadi lebih sabar. Itulah malam lailatul qadr dimana Allah SWT menetapkan kepada kalian dengan memberikan keistimewaan. Sifat sifat di dalam diri seseorang itu merupakan suatu anugerah/keistimewaan, contohnya sabar, ikhlas, ridho, tawakal yang tidak mudah untuk dijalankan. Tidak mudah menjadi orang pemaaf. Jika kalian bisa menjadi pemaaf itu merupakan suatu anugerah dari Allah SWT. Jika setelah malam lailatul qadr kalian menjadi pemaaf maka itu adalah tanda bahwa kalian mendapatkan lailatul qadr. Memaafkan orang lain menjadi selesai saat dihukumkan (terungkap) secara lisan. Adapun kadang masih teringat bisa dijadikan intropeksi dan tidak mendramatisir.

Lailatul qadar itu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang artinya orang yang mendapatkan lailatul qadr, maka selama selama 1000 bulan ia dihitung beribadah.

Allah SWT berfirman di dalam QS. Al Qadr : 4

‎تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Mufasir sering menyatakan وَالرُّوحُ disini sebagai jibroil, padahal bukan sebatas itu. وَالرُّوحُ yaitulah mereka yang hidup, yang tidak pernah mati yaitu para nabi, rasul, aulia yang ikut turun untuk memperhatikan keluarga dan orang orang di bumi dimana Allah SWT memberikan kekuasaan kepada mereka dimana mereka tidak pernah mati, bahkan mereka hidup namun kalian tidak mengetahuinya. Tatkala turun itulah banyak peristiwa peristiwa yang istimewa sesuai kekuasaan Allah SWT. Peristiwa malam lailatul qadr yang dialami beberapa orang tidak akan sama (berbeda beda) layaknya mimpi di tiap orang akan berbeda. Sama halnya, jika mendapatkan anugerah dari Allah SWT akan berbeda di tiap orang sesuai kapasitas/maqomnya. Malam lailatul qadr ialah dimana Allah SWT menampakkan kekuasaan-Nya terhadap orang orang tertentu. Bisa jadi kalian akan ditampakkan keistimewaan seperti penglihatan surga, neraka, hari akhir dan bisa juga seolah olah saat kondisi zikir kalian khorojta anka. Yang jelas Lailatul qadr bukan dalam waktu tertentu saja karena rahmah itu meliputi pada malam lailatul qadr dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Jadi, sekalipun kalian tidak mendapatkan puncak malam lailatul qadr namun setidaknya kalian memperbanyak ibadah sejak mulai terbenamnya matahari hingga fajar, inipun istimewa.

Hakekat malam lailatul qadr itu kembali ke dalam diri dimana menjadi mampu mengubah pola hidup dirinya, sifat dan karakternya menjadi lebih baik sehingga ia mendapatkan kesejahteraan hati sebagaimana QS. Al Qadr : 5

‎سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Secara lahiriah sejahteralah malam itu hingga terbit matahari. Maksudnya ialah Seorang salikin sejahtera perjalanannya hingga terbit matahari yaitu hingga ia berjumpa dengan tuhannya, itulah hakekat lailatul qadr. Jadi kesejahteraan bagi para salikin menuju kepada Allah SWT itulah anugerah lailatul qadr hingga terbitnya yang punya atau sumber cahaya. Hakekat lainnya yaitu mendapatkan Kesejahteraan lahiriah hingga pada ruhaniah kalian dimana meliputi pula nafsaniah atau jasad barzaki (karena nafsaniah berada ditengah tengah jasmaniah dan ruhaniah) yang akan dipakai kelak di akhirat sehingga jika meliputi kesejahteraan nafsaniah yang berarti selamat di akhirat.

Jadi, istiqomah beribadahlah di malam malam ramadhan dan bersama sama kekasih Allah SWT. Mari bersama sama untuk menjaring malam lailatul qadr dengan mengistiqomahkan dan meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan ramadhan terutama di malam malam ramadhan.