Kitab Hikam Ibnu Athaillaah, 15 Febuari 2013/05 Rabiul Akhir 1434H


Rabu , 01 November 2017


Anak-anakku, ujian yang paling berat bagi seorang salikin memang menghadapi gurunya dan orang tua baik orang tua lahiriah maupun orang tua ruhaniah dan teristimewa orang tua ruhaniah karena pada saat kalian berhadapan dengan orang tua ruhaniah kemudian kalian HANYA melihat wilayah JASMANIAH saja maka pasti akan terjerembab. Dan yang paling berbahaya ialah ISTRI para arifin billah karena riskan sekali disaat ia melihat sisi seorang suami dan terbawa arus kesuamiannya sampai pada poin-poin tertentu. Oleh karenanya Rasulullah SAW menjaga betul istrinya hingga pada saat istrinya telah menanggap benar perkataanmu bahwa “aku adalah manusia biasa sepertimu” pada wilayah lahiriah.

Namun berbeda pada wilayah ruhaniah yaitu wilayah kewahyuan. Allah SWT memang menurunkan nabi dari bangsamu, Allah SWT juga menurunkan Mursyid/para Aulia juga dari bangsamu agar kamu bisa berinteraksi dan sekaligus bisa mengambil uswahnya. Namun jangan kalian terpedaya pada wilayah lahiriah. Banyak murid yang terpelanting karena hanya melihat wilayah lahiriahnya. Dulu, prinsip Bapak dan Bapak telah bersumpah jika Bapak mengangkat seorang guru dan mengabdikan diri kepada seorang guru dan Mursyid maka Bapak tidak akan bergeser sedikitpun dan akan memelihara zhon semaksimal mungkin. Tidak bedanya menjaga zhonnya kepada Allah SWT walau guru Bapak berubah menjadi babi, anjing dan kelakuannya seperti binatang, ia tetaplah guru Bapak dan Bapak akan tetap takzhim dan mengabdi. Karena saat murid melawan Gurunya dengan pengetahuannya yang dangkal pasti tidak akan bisa menjangkaunya kalau masuk ke wilayah ruhaniah karena setiap guru mempunyai rahasia yang tidak akan bisa terbongkar.

Menjaga zhon dalam hati sangat penting sekali karena kerusakan hati seorang salikin itu karena zhon. Oleh karenanya adab seorang salikin ialah tidak boleh "mengcounter" ilmu diberikan gurunya dengan ilmu yang ada pada dirinya yang sesungguhnya ilmunya masih dangkal sekali."
Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Jumat, 15 Febuari 2013/05 Rabiul Akhir 1434H