Group PAS SEHAD (Kajian Kitab Siyarus Salikin dan Ihya ‘Ulumuddin) - Senin, 16 April 2018/29 Rajab 1439H

Jangan kamu jadikan ibadah hanya untuk sekedar meraih rezeki, pangkat atau berbagai kesenangan dunia, karena semua itu tanpa harus ibadahpun Allah SWT akan memeberikannya sebagai bentuk wujud sifat Allah SWT yang Maha Pemurah, lihat kamu disana banyak orang yang ingkar pada Allah SWT bahkan orang kafir sekalipun tetap diberikan rezekinya melalui proses usaha dan ikhtiar yang sangat kuat dan istiqomah. Tapi bagi mereka itu hanya kesenangan dunia dan tidak membawa berkah dalam kehidupan serta tidak bermanfaat untuk keselamatan dunia akhirat. Berbeda dengan rezekinya orang-orang yang ahli ibadah, walau sedikit sekalipun tetap membawa berkah, rahmat dan manfaat untuk di dunia serta selamat di akhirat.
Nasehat Mursyid saat tanya jawab di Group PAS SEHAD (Kajian Kitab Siyarus Salikin dan Ihya ‘Ulumuddin)
Senin, 16 April 2018/29 Rajab 1439H
Selengkapnya

Kitab Hikam Ibnu Athaillaah, 23 Maret 2018/06 Rajab 1439H

Anak anakku semuanya,
Jalan menuju kelada Allah SWT itu sangat licin. Jika diumpamakan itu seperti jalan di gurun sahara yang mendaki bukit bukit padang pasir dimana banyak sekali ranjau ranjau atau berjalan diatas batu kerikil yang tajam tanpa alas kali bahkan diumpamakan orang yang berjalan menuju kepada Allah SWT bagai memegang bara api untuk penerangan dimana jika bara api itu dilepas maka tidak ada penerangan dan jika dipegang maka panas. Namun jika dinyatakan nyaman memang nyaman karena Allah SWT berjanji siapaun yang menuju kepada-Nya maka akan mendapatkan 2 hal sebagaimana firman Allah SWT QS. Al Isra ayat 1 :

‎سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dengan catatan jika dipanggil oleh Allah SWT dan memenuhi panggilan-Nya yaitu keberkaan sepanjang hidupnya dan diberikan kecerdasan spiritual dalam memahami segala situasi dan keadaan yang diberikan Allah SWT dengan kata lain peka atas ayat ayat yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam pemahaman lain pun juga orang orang yang menuju kepada Allah SWT mendapatkan 3 hal yaitu :
1. Berkah, mendapatkan keberkahan di dunia.
2. Rahmat, mendapatkan rahmat di akhirat kelak.
3. Maghfiroh, mendapatkan magfiroh atas dosa dosa yang telah dilakukan bahkan dosa yang akan datang (ma’sum) sebagaimana Rasulullah SAW. 
Oleh karenanya istiqomahkan dan selalu memandang ke depan. Jangan banyak menengok ke kiri dan ke kanan terlebih ke belakang. 

Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Jumat, 23 Maret 2018/06 Rajab 1439H
Selengkapnya

Kitab Hikam Ibnu Athaillaah, 07 Juni 2013/28 Rajab 1434H

Anak-anakku, dalam menuju kepada Allah SWT, jangan suka menengok ke kiri dan ke kanan terlebih lagi ke belakang. Begitu pula dalam menuju sesuatu yang hendak kalian raih jangan menengok ke kanan dan ke kiri terlebih ke belakang karena kalian tidak akan sampai pada tujuan kalian. Kalian harus fokus menuju apa yang akan kalian tuju. Menengok ke kiri maksudnya ialah jangan kalian menengok gemerlapnya dunia karena kalian akan terpesona dan berhenti karenanya. Menengok ke kanan maksudnya ialah menengok wilayah fiqih, misalnya kalian akan dikecam bid’ah karena melakukan misal thoriqoh dengan zikiran kemudian karena kalian dikatakan sesat lalu kalian berhenti. Menengok ke belakang maksudnya ialah kalian melihat masa lalu kalian yang bergelimang maksiat/lahir bukan dari keturunan arifin billah yang akhirnya menyebabkan kalian berhenti. Jalanlah terus menuju kepada Allah SWT karena jika Allah SWT menghendaki maka jadilah. Percayalah kepada takdir Allah SWT. Nabi Ibrahim as lahir dari seorang Bapak yang ahli berhala, sedangkan anak dari Nabi Nuh as (An’am) masuk neraka."
Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Jumat, 07 Juni 2013/28 Rajab 1434H
Selengkapnya

Kitab Siyarus Salikin dan Ihya Ulumuddin Minggu, 18 Januari 2014/19 Rabi’ul Awwal 1435H

Anak anakku, berhati-hatilah dalam berkata kata. Jangan berkata kata dengan perkataan yang keji karena perkataan yang keji akan membawa dampak pada diri kita. Barang siapa yang berkata keji kepada anak, istri, suami, orang tua maka tidak akan berkah hidupnya. Anak yang mencaci maki orang tuanya maka hidupnya tidak akan berkah baik orang tua kandung/sambung maupun mertua karena dalam islam sebenarnya tidak ada istilah mertua karena orang tua istri/suami adalah orang tuamu juga dan tidak boleh dibedakan. Jika kalian ingin mencari keberkahan di dunia maka kalian harus sembah sujud dan mencari keberkahan kepada kedua orang tua kalian (orang tua dari suami dan istri). Jika ingin mendapatkan limpahan kasih sayang Allah SWT dengan rahmat-Nya, maka kalian harus adab takzim taslim kepada Mursyid kalian. Rahmat sampai ke akhirat sedangkan berkah di dunia. Jika kalian ingin berkah di dunia maka hormati dan beradab kepada kedua orang tua kalian walaupun orang tua kalian kafir sekalipun kalian harus adab kepadanya kecuali dalam hal agama maka kalian boleh menolak dan bersebrangan namun untuk urusan dunia kalian harus berbuat baik karena tidak akan berkah jika kalian pernah mencaci maki atau memarahi orang tua. Jika orang tua kalian masih hidup maka cepat meminta maaf dan minta ridhonya. Jika orang tua kalian sudah meninggal, berdoalah sebanyak banyaknya untuk meringankan dosa orang tua kalian di akhirat. Semoga saja jika orang tau kalian sudah meninggal, dosa kalian diampuni oleh Allah SWT dan dosa dosa orang tua kalian pun diampuni di akhirat. Jadilah kalian anak yang shaleh dan shalehah. Jangan sampai hati orang tua kalian tersayat karena perkataan dan perbuatan kalian karena akan menjadikan hidup kalian tidak akan berkah. Begitu juga bagi kaum wanita bagi yang menyayat hati suami cepatlah meminta maaf, begitu pula sebaliknya. Semoga kita semua termasuk orang orang yang terpelihara kata katanya oleh Allah SWT, amin ya robbal ‘alamin."
Nasehat Mursyid pada kajian Kitab Siyarus Saalikin dan Ihya Ulumuddin,
Ahad, 18 Januari 2014/19 Rabi’ul Awwal 1435H
Selengkapnya

Group PAS AHPA (Kajian Ahad Pagi Kitab Bismillah) Senin, 8 Januari 2018/ 20 Rabi’ul Tsani 1439H

Bertanyalah tentang ILMU yang akan mengantarkan dirimu pada sesuatu yang tidak dipahami, karena ILMU itu bagai CAHAYA yang akan menerangi tempat yang gelap. Amalkan apa yang telah diperintahkan, jangan banyak bertanya tentang apa yang telah diterima dalam bentuk KAIFIAT karena semakin banyak bertanya akan menambah beban berat amalmu dan jika tidak karena cinta kasih Allah niscaya kalian tidak akan bisa mengamalkannya.
Nasehat Mursyid saat tanya jawab di Group PAS AHPA (Kajian Ahad Pagi Kitab Bismillah)
Senin, 8 Januari 2018/ 20 Rabi’ul Tsani 1439H
Selengkapnya