RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD, 13 Januari 2018/26 Rabi’ul Tsani 1439H


Ahad , 14 Januari 2018


Kitab Siyarus Salikin dan Ihya 'Ulumuddin
Pesantren Akmaliah Salafiah
Sabtu, 13 Januari 2018/26 Rabi’ul Tsani 1439H

________________

Akan dibahas sifat-sifat yang ada pada nafsu dan diawali dengan cacatnya lisan/perkataan yang keluar dari diri seseorang. Jika tidaj bisa dengan perkataan yang baik maka diamlah. Banyak orang yang masuk neraka karena lisannya dan banyak pula orang yang masuk surga karena bisa memanfaatkan atau mengendalikan lisan. Jadi lisan ini kuncinya. Ada 20 perkara cacatnya lisan/perkataan yang dikeluarkan dari mulut seseorang. Lebih baik berkata yang baik baik daripada yang buruk buruk.

 

20 PERKATAAN CACATNYA LISAN 

PERTAMA
Berkata kata di dalam sesuatu yang tidak memberi faidah di dalam akhirat/tujuan akhiranya atau agamanya. Seperti kumpul kumpul yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

Apabila kalian itu berkata atau mengatakan sesuatu yang sia sia yang tidak memberikan manfaat pada akhiratnya maka sesungguhnya kalian telah berbuat yang sia sia dan membuang buang waktumu. 

Sebaiknya jika tidak ingin ada kemaksiatan di dalam lisannya, ungkapan ungkapannya sebaiknya tidak membiarkan ucapan kita yang tidak berfaidah. Sebaiknya ucapan kita dibiasakan dengan membaca alquran, berzikir, shalawat atau jika tidak bisa minimal diam. 

Firman Allah SWT dalam QS. Al Mukminun 

‎قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
‎الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢
(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
‎وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
‎أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
‎الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu :
1. Orang orang yang shalatnya khusyu. 
2. Orang orang yang meninggalkan perkataan yang sia sia.
Dan merekalah orang orang yang mendapatkan surga firdaus. Oleh karena itu hindari perkataan yang sia sia. Berdosakah perkataan yang sia sia? Ada sebagian ulama yang menghukumkannya, ada yang mengharamkan, ada yang disuruh meninggalkan karena perkataan sia sia menjurus pada kemaksiatan. 

KEDUA
Yaitu perkataan yang berlebih lebihan. Padahal memuji (yang berlebihan) sama saja meletakkan pedang di leher seseorang karena orang yang dipuji tidak menutup kemungkinan akan menjadi congkak atau ria. Jika tidak bisa mengembalikan kepada Allah SWT maka terbunuhlah ia. 

Kata berlebihan disini juga termasuk perkataan yang diulang ulang. Berkatalah secukupnya. 
Contoh :
Jika ingin mengajak teman ke jalan Allah SWT cukuplah sampai 3 kali karena lebih dari 3x maka sudah bukan menjadi tanggung jawabnya. Apabila lebih dari 3x masih mengajak berarti itu masuk berkata yang berlebihan. 

KETIGA
Masuk dalam kategori perkataan yang bathil yaitu berkata dalam perkataan maksiat seperti menceritakan kelakuan seseorang, laki laki menceritakan tentang auratnya wanita begitu juga sebaliknya, ditempat umum/suatu komunitas. 

Bahkan ada seorang laki laki yang menceritakan kekurangan istrinya di tempat tidur dan Rasulullah SAW sangat marah akan hal itu. Itu merupakan perkataan yang maksiat

Menceritakan mengenai kemaksiatan, tempat pekerjaan yang membawa kepada kefasikan misal bercerita tempat kerja yang banyak minuman haram pun masuk dalam cacatnya lisan. Jika tujuan ceritanya berdakwah maka tidak mengapa namun jika menceritakannya untuk pamer kenikmatan maksiat maka itu yang tidak boleh dan masuk cacat perkataan. Ibadah kita bisa sirna karena perkataan seperti itu. Tidak ada arti ibadah jika masih ada pada lingkaran cacatnya lisah. Bukan karena ibadahnya sah, ibadah yang dilakukannya tetap sah dan dapat pahala namun akhirnya pahalanya habis karena diambil oleh perkataan perkataan yang tidak sesuai syariat. 

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” Maka laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah ini hanya untukku?” Beliau menjawab: “Untuk seluruh umatku.” (HR. Bukhari)

Bahwasanya perbuatan baik dapat melunturkan dan menghilangkan perbuatan perbuatan buruk sehingga dosa dapat dibersihkan dari segala macam ibadah (pahala) sehingga pahala ini seperti pembersih. Sementara dosa dengan pahalanya lebih banyak dosanya seolah olah mempunyai air segelas untuk membersihkan sekujur badan yang kotor maka tidak akan bersih. Badan kotor akan bersih jika airnya berlimpah seperti air di telaga bahkan lautan. Dimanakah itu? Siapapun yang datang ke majelis zikir atau taklim disebut sebagai mandi ruhaniah dan kalian sama saja seperti mandi ditelaga. Walaupun datangnya bukan karena Allah SWT tetap disamaratakan oleh Allah SWT yaktu diampuni segala dosanya. 

‎أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)

Apalagi kalian menghadiri majelis ilmu yang sama saja kalian mandi di lautan. Itulah janji Allah SWT dalam hadis quds yang mana Allah SWT mengatakan aku ampuni segala dosa dosanya karena mereka duduk bersama sama untuk mengkaji ilmu yang aku sukai dan akan membentuk akhlaqul karimah. Sampai malaikat cemburu mengatakan :
“Ya Allah ada yang datang bukan karena engkau tetapi karena kekasihnya. Allah SWT tetap menjawab “ampuni”

Oleh karenanya jangan sia siakan menghadiri majelis ilmu karena jika kita menjaga tidak cacatnya lidah sangat sulit sekali. Oleh karenanya hadiri majelis ilmu untuk mandi ruhaniah agar mengalir ampunan segala dosa dosa. Sehingga satu satunya jalan untuk membersihkan hati dan jiwa atau membackup perkataan yang tidak bisa dicegah karena hidup di komunitas metropolitan yang tidak bisa dielak maka pengabdian kepad Allah SWT dengan duduk bersama dengan kekasih Allah SWT dimana komunitas itu mengkaji ilmu yang diridhoi Allah SWT. Jangan sampai kita tenggelam dalam debu kemaksiatan cacatnya lidah sehingga terkubur. 

KEEMPAT
Mujadalah yaitu orang yang suka berdebat kusir atau bertengkar.
_______________


Dirangkum oleh : Himmah Hizboel